logoblog

Pertanyaan Umum Mengenai Imunisasi Campak dan Rubella

Pertanyaan Umum Mengenai Imunisasi Campak dan Rubella

Anak

Anak close
Dibaca:25872 close
Pertanyaan Umum Mengenai Imunisasi Campak dan Rubella
share

Program pemerintah melalui Kementerian Kesehatan untuk melindungi anak Indonesia dari penyakit campak rubella dengan memberikan imunisasi gratis pada anak usia 9 bulan sampai usia dibawah 15 tahun. Banyak yang belum mengerti mengenai pentingnya pemberian imunisasi ini. Berikut kami rangkum daftar pertanyaan mengenai Campak Rubella, agar anda tidak lagi ragu untuk membawa buah hati anda ke Pusat Kesehatan Masyarakat.


Apakah penyakit Campak Rubella?

Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran nafas yang disebabkan oleh virus. Anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi Campak dan Rubella atau yang belum pernah mengalami penyakit ini beresiko tinggi tertular.

Pertanyaan Umum Mengenai Imunisasi Campak dan Rubella

Apa bahaya dari penyakit ini?

Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru pneumonia, radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian. Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

Seperti apa gejala penyakit Campak dan Rubella?

Gejala penyakit Campak adalah demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit disertai dengan batuk, pilek dan mata merah (konjungtivitis). Gejala penyakit Rubella tidak spesifik bahkan bisa tanpa gejala. Gejala umum berupa demam ringan, pusing, pilek, mata merah dan nyeri dan persendian. Mirip gejala flu.

Bagaimana agar terlindung dari penyakit Campak dan Rubella?


Tidak ada pengobatan untuk penyakit Campak dan Rubella namun penyakit ini dapat dicegah. Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk penyakit Campak dan Rubella. Satu vaksin mencegah dua penyakit sekaligus.

Apakah vaksin MR?

Vaksin MR adalah kombinasi vaksin Campak atau Measles (M) dan Rubella (R) untuk perlindungan terhadap penyakit Campak dan Rubella. 

Apakah Vaksin MR aman?

Vaksin yang digunakan telah mendapat rekomendasi dari WHO dan izin edar dari Badan POM. Vaksin MR 98 persen efektif untuk mencegah penyakit Campak dan Rubella.Vaksin ini aman dan telah digunakan di lebih dari 141 negara di dunia.

Siapa saja yang harus mendapatkan Imunisasi MR?

Imunisasi MR diberikan untuk semua anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun selama kampanye imunisasi MR. Selanjutnya, imunisasi MR masuk dalam jadwal imunisasi rutin dan diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD/sederajat menggantikan imunisasi Campak.

Pertanyaan Umum Mengenai Imunisasi Campak dan Rubella

Apakah imunisasi MR memiliki efek samping?

Tidak ada efek samping dalam imunisasi. Demam ringan, ruam merah, bengkak ringan dan nyeri di tempat suntikan setelah imunisasi adalah reaksi normal yang akan menghilang dalam 2-3 hari. Kejadian ikutan pasca imunisasi yang serius sangat jarang terjadi.

Apabila anak telah diimunisasi Campak, apakah perlu mendapat imunisasi MR?

Ya, untuk mendapat kekebalan terhadap Rubella. Imunisasi MR aman bagi anak yang telah mendapat 2 dosis imunisasi Campak. 

Apakah perbedaan vaksin MR dan MMR?

Vaksin MR mencegah penyakit Campak dan Rubella. Vaksin MMR mencegah penyakit Campak, Rubella dan Gondongan.

Mengapa yang diberikan adalah vaksin MR bukan MMR?

Saat ini pemerintah memprioritaskan pengendalian Campak dan Rubella karena bahaya komplikasinya yang berat dan mematikan.

Apabila anak telah mendapat imunisasi MMR, apakah masih perlu mendapat imunisasi MR?

Ya. Untuk memastikan kekebalan penuh terhadap penyakit Campak dan Rubella. Imunisasi MR aman diberikan kepada anak yang sudah mendapat vaksin MMR. 

Apakah benar vaksin MR dapat menyebabkan autisme?

Tidak benar. Sampai saat ini belum ada bukti yang mendukung bahwa imunisasi jenis apapun dapat menyebabkan autisme.

Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 4 tahun 2016. 

Imunisasi pada dasarnya dibolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh (imunitas) dan mencegah terjadinya penyakit tertentu.

Dalam hal jika seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebabkan kematian, penyakit berat, atau kecacatan permanen yagn mengancam jiwa, berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan dipercaya, maka imunisasi hukumnya wajib.

 

Sumber : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

 Ikatan Dokter Anak Indonesia
 

Artikel Terkait

Program Imunisasi Campak Rubella Dari Pemerintah Penting Bagi Anak, Ini Penjelasannya

Pada bulan Austus sampai September Kementrian Kesehatan mengadakan Program Imunisasi Campak Rubela (MR) yang diselenggarakan serempak di seluruh Indonesia. Anda bisa ... Selengkapnya

Ini Aspek Penting Mengenai Pisau Dapur

Pisau adalah senjata utama dalam memasak, karena pisau mempunyai banyak fungsi, memotong, mengupas,mengiris dan lain-lain. Karena saking seringnya dipakai, terkadang kita ... Selengkapnya

Ini Fakta Penting Mengenai Ovulasi Yang Wajib Diketahui

Wanita mempunyai siklus menstruasi normal 28 hari. Akan tetapi, Tidak semua wanita mempunyai siklus yang sama, beberapa wanita mengalami siklus menstruasi ... Selengkapnya

BPOM Menduga Ada Kejanggalan Mengenai PCC Di Kendari

 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menganggap ada yang janggal dalam peredaran dan penyalahgunaan obat PCC (Paracetamol Caffein Carisoprodol) di Kendari, ... Selengkapnya


advertisement
Masih Hangat
 
Banyak Dilihat

Akhir Artikel

Buka Kategori Untuk Info Menarik Lainnya